Banyak peternak terutama pemula sering bingung memilih jenis makanan ayam yang tepat. Istilah seperti starter, grower, layer, sampai pellet sering terdengar, tapi belum tentu benar-benar dipahami.
Padahal, pakan bukan sekadar “makanan”, tapi faktor utama yang menentukan:
- Kecepatan pertumbuhan
- Kesehatan ayam
- Produksi telur
- Efisiensi biaya (FCR)
Di Kanabe Farm, kami sering melihat perbedaan hasil ternak yang signifikan hanya karena manajemen pakan yang tepat. Nah, supaya tidak salah langkah, berikut panduan lengkapnya.
Jenis Makanan Ayam Berdasarkan Usia
1. Pakan Starter (Starter Feed)
Pakan ini khusus untuk anak ayam (DOC) usia 0–6 minggu.
Ciri utama:
- Protein tinggi: sekitar 20–24%
- Mudah dicerna
- Mendukung pertumbuhan awal yang cepat
Kenapa penting?
Dilansir backyardchickencoops, ayam sedang membangun fondasi tubuh. Kekurangan nutrisi bisa berdampak panjang sampai masa panen.
Catatan: Jangan diberikan terlalu lama. Protein berlebih bisa membebani organ seperti hati.
2. Pakan Grower (Grower Feed)
Digunakan untuk ayam usia 6–20 minggu (fase remaja).
Ciri utama:
- Protein: 16–18%
- Kalsium lebih rendah dibanding layer
- Fokus pada pertumbuhan, bukan produksi telur
Fungsi:
Membantu ayam tumbuh stabil tanpa “over nutrisi” yang belum dibutuhkan.
3. Pakan Layer (Layer Feed)
Diberikan saat ayam mulai bertelur (±20 minggu ke atas).
Ciri utama:
- Protein: 16–18%
- Kandungan kalsium tinggi
- Mendukung kualitas dan kuantitas telur
Dampak jika salah:
Kalau ayam petelur kekurangan kalsium:
- Cangkang telur tipis
- Produksi menurun
- Risiko gangguan kesehatan meningkat
Banyak peternak pemula yang belum tahu bahwa ayam pullet adalah ayam betina remaja yang siap memasuki masa bertelur pertama kali.
Jenis Makanan Ayam Berdasarkan Bentuk
Selain berdasarkan usia, pakan juga dibedakan dari bentuknya.
1. Mash (Tepung Halus)
Teksturnya seperti tepung atau tanah halus.
Kelebihan:
- Mudah dimakan anak ayam
- Mudah dicerna
Kekurangan:
- Mudah terbuang
- Kurang efisien untuk skala besar
2. Crumble (Remah)
Bentuknya lebih kasar dari mash, seperti remahan.
Kelebihan:
- Lebih mudah dikontrol dibanding mash
- Cocok untuk masa transisi
3. Pellet (Pellet Feed)
Bentuk silinder kecil yang padat.
Kelebihan:
- Minim pakan terbuang
- Mudah disimpan dan diberikan
- Lebih efisien untuk kandang intensif
Ini yang paling sering digunakan di peternakan modern.
Jenis Pakan Tambahan yang Wajib Diketahui

1. Grit & Kalsium (Shell Grit)
Penting tapi sering diabaikan.
Fungsi:
- Membantu pencernaan (di tembolok)
- Sumber kalsium untuk cangkang telur
Ayam akan mengatur kebutuhannya sendiri, jadi cukup sediakan terpisah dari pakan utama.
2. Chicken Scratch (Pakan Tambahan / Snack)
Biasanya berupa jagung pecah atau biji-bijian.
Fungsi:
- Sumber energi
- Cocok sebagai selingan
Jangan dijadikan pakan utama karena nutrisinya tidak lengkap. Tindakan culling adalah proses penyeleksian untuk memisahkan atau mengeliminasi ayam yang sakit dan tidak produktif dari dalam kelompok.
3. Pakan Fermentasi (Fermented Feed)
Pakan yang difermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi.
Manfaat:
- Lebih mudah dicerna
- Meningkatkan penyerapan nutrisi
- Bisa menekan biaya pakan
Di lapangan, metode ini cukup efektif untuk peternak yang ingin efisiensi.
4. Pakan Medicated vs Non-Medicated
Medicated Feed:
- Mengandung amprolium
- Mencegah penyakit seperti koksidiosis
Non-medicated:
- Tanpa tambahan obat
- Cocok untuk ayam yang sudah divaksin
Jangan dicampur dengan program vaksin tertentu tanpa konsultasi.
Jenis Pakan Ayam Broiler (Pedaging)
Untuk ayam pedaging, biasanya ada 3 fase:
- Starter → pertumbuhan awal
- Grower → pembentukan massa tubuh
- Finisher → penggemukan sebelum panen
Ciri khas:
- Protein lebih tinggi
- Fokus pada pertumbuhan cepat
Tidak disarankan untuk ayam petelur. Sistem ventilasi yang modern pada kandang ayam close house terbukti efektif meminimalkan tingkat stres akibat perubahan cuaca ekstrem.
Tips Memilih Jenis Makanan Ayam yang Tepat
Dari pengalaman di lapangan, ini yang sering jadi pembeda:
- Sesuaikan pakan dengan umur ayam
- Jangan asal murah—lihat kandungan nutrisi
- Kombinasikan pakan pabrikan & alternatif
- Perhatikan FCR (efisiensi pakan)
- Pastikan pakan tidak lembap atau berjamur
Hubungan Pakan dan Kandang (Sering Diabaikan)
Pakan bagus tapi kandang buruk = hasil tetap tidak maksimal.
Kandang yang ideal akan:
- Menjaga pakan tetap kering
- Mengurangi pemborosan
- Menjaga nafsu makan ayam
- Menekan stres & penyakit
Di sinilah banyak peternak mulai sadar bahwa manajemen kandang sama pentingnya dengan pakan.
Memahami jenis makanan ayam bukan sekadar teori, tapi kunci utama sukses beternak.
Ringkasnya:
- Starter → untuk awal pertumbuhan
- Grower → fase remaja
- Layer → produksi telur
- Bentuk pakan (mash, crumble, pellet) → mempengaruhi efisiensi
- Pakan tambahan → mendukung performa
Kalau pakan tepat, hasil ternak bisa jauh lebih optimal—baik dari sisi pertumbuhan maupun keuntungan.
Ingin Ternak Lebih Optimal? Mulai dari Kandangnya
Selain pakan, faktor paling krusial adalah kandang yang tepat.
Kanabe Farm – Distributor Alat Ternak Ayam siap bantu Anda:
- Desain kandang sesuai kapasitas & budget
- Sistem ventilasi optimal
- Cocok untuk sistem intensif & semi intensif
Konsultasi GRATIS sekarang dan bangun sistem ternak yang lebih efisien & menguntungkan bersama Kanabe Farm.
