RHPP Adalah – Banyak peternak fokus ke jumlah panen, tapi lupa satu hal penting: apakah sebenarnya usaha ternaknya untung atau tidak? Di sinilah peran RHPP jadi sangat krusial.
RHPP Adalah
Dilansir scribd, RHPP adalah singkatan dari Record Harian Pemeliharaan Produksi, yaitu laporan atau pencatatan lengkap selama periode pemeliharaan ayam, mulai dari DOC masuk hingga panen.
Secara sederhana, RHPP adalah:
“Raport kandang” yang menunjukkan performa ternak secara nyata.
Kenapa RHPP Itu Penting?
1. Mengetahui Untung atau Rugi Secara Akurat
Tanpa RHPP, peternak hanya “kira-kira”. Dengan RHPP, semua jelas:
- Total biaya pakan
- Mortalitas
- Bobot panen
- Harga jual
Hasil akhirnya: laba atau rugi bisa dihitung secara real, bukan asumsi.
2. Evaluasi Performa Kandang
Dari RHPP, kamu bisa tahu:
- FCR tinggi atau rendah
- Pertumbuhan sesuai standar atau tidak
- Ada masalah di pakan atau manajemen
3. Dasar Pengambilan Keputusan
RHPP membantu menentukan:
- Ganti pakan atau tidak
- Perlu perbaikan kandang
- Evaluasi sistem pemeliharaan
Komponen Penting dalam RHPP
1. Data Populasi
- Jumlah DOC awal
- Jumlah kematian (mortalitas)
- Total ayam panen
2. Konsumsi Pakan
- Total pakan yang digunakan
- Rata-rata konsumsi per ekor
3. Bobot Badan
- Bobot rata-rata saat panen
- Total berat panen (kg)
4. Feed Conversion Ratio (FCR)
Perbandingan antara pakan yang dikonsumsi dengan bobot yang dihasilkan. Semakin kecil FCR, semakin efisien.
5. Biaya Produksi
- Pakan
- DOC
- Obat & vaksin
- Operasional
6. Hasil Penjualan
- Harga jual per kg
- Total omzet
Keberhasilan proses breeding ayam sangat ditentukan oleh seleksi genetik indukan jantan dan betina yang memiliki sifat-sifat unggul.
Cara Menghitung RHPP
1. Hitung Total Biaya
Contoh:
- DOC: Rp 1.000.000
- Pakan: Rp 3.000.000
- Obat: Rp 500.000
- Total: Rp 4.500.000
2. Hitung Total Panen
- Total berat: 300 kg
- Harga jual: Rp 35.000/kg
- Omzet: Rp 10.500.000
3. Hitung Keuntungan
Laba = Omzet – Biaya
Rp 10.500.000 – Rp 4.500.000 = Rp 6.000.000
4. Hitung FCR
FCR = Total Pakan ÷ Total Bobot Panen
Misalnya:
- Pakan: 750 kg
- Panen: 300 kg
- FCR = 2,5
Pemasangan slat kandang ayam plastik sangat membantu menjaga kebersihan karena kotoran akan langsung jatuh ke bawah tanpa menumpuk di lantai.
Standar RHPP yang Baik

Indikator Ideal:
- FCR: 2,2 – 2,5 (ayam kampung intensif)
- Mortalitas: <5%
- Bobot panen: ≥1 kg (70–90 hari)
- Keseragaman tinggi
Kalau di luar standar, berarti ada yang perlu diperbaiki.
Kesalahan Umum dalam RHPP
Tidak Mencatat Harian
Akibatnya:
- Data tidak akurat
- Sulit evaluasi
Mengabaikan Mortalitas
Padahal kematian kecil tapi rutin bisa berdampak besar.
Tidak Menghitung Biaya Detail
Sering lupa biaya kecil seperti:
- Listrik
- Air
- Tenaga kerja
Tips Membuat RHPP Lebih Efektif
Gunakan Format Sederhana
Tidak perlu ribet, cukup:
- Buku catatan
- Excel
- Atau aplikasi ternak
Catat Setiap Hari
Minimal:
- Pakan masuk
- Ayam mati
- Kondisi kandang
Evaluasi di Akhir Periode
Bandingkan dengan standar:
- Apakah FCR bagus?
- Mortalitas tinggi?
- Panen sesuai target?
Hubungan RHPP dengan Kandang Ayam
Banyak yang tidak sadar, tapi kandang punya pengaruh besar terhadap hasil RHPP.
Kandang yang Baik Akan:
- Menekan stres ayam
- Meningkatkan nafsu makan
- Menurunkan mortalitas
- Memperbaiki FCR
Artinya: RHPP bagus dimulai dari kandang yang tepat.
RHPP adalah alat wajib bagi peternak yang ingin serius dan berkembang.
Tanpa RHPP:
- Tidak tahu untung rugi
- Tidak bisa evaluasi
- Sulit berkembang
Dengan RHPP:
- Semua data jelas
- Keputusan lebih tepat
- Profit bisa dimaksimalkan
Maksimalkan RHPP Dimulai dari Kandang yang Tepat
Kalau hasil RHPP kamu belum optimal, jangan langsung salahkan pakan.
Bisa jadi masalahnya ada di kandang.
Kanabe Farm – Distributor Alat Ternak Ayam siap bantu:
- Desain kandang sesuai kapasitas
- Sistem ventilasi optimal
- Mendukung performa ayam lebih stabil
Konsultasikan kebutuhan kandangmu sekarang, dan mulai tingkatkan performa ternak dari dasar yang benar.
Karena kandang yang tepat = RHPP yang maksimal.
